google-analytic

xiaomi

Sabtu, 09 Mei 2009

Duka si Buruh

Mendengar kata buruh, apa yang terlintas dipikiran saudara??
Mungkin terlintas gambaran seorang yang sedang memanggul beras di pasar, orang yang sedang membangun mall dan lain sebagainya. Itu semua terserah kepada saudara, namun saya berpendapat bahwa orang yang "dibayar" oleh orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan itulah yang disebut buruh. Walaupun keadaan dan tempat kerjanya berbeda-beda.

Sebagai orang "upahan" oleh "majikan" membuat kita harus disetir oleh majikan tersebut. Syukur kalau dapat majikan / bos yang "punya hati", tetapi kalau tidak ?? saudara bisa bayangkan apa yang terjadi jika saudara berada dipihak tersebut.

Sebagai salah satu dari mereka, saya juga merasa bahwa buruh bagaikan robot-robot bagi majikan.
Nggak ada pilihan lain selain mengikuti "rel" yang telah ditentukan oleh para majikan tersebut. Bagaikan sebuah televisi, kita harus menampilkan hasil dari pencetan tombol remote yang dipegang oleh empunya teve.
Semua yang ada dibatasi dan celakannya lagi kalau saudara nantinya jika menjadi buruh menemui majikan yang dengan ekstrim membatasi hak anda untuk hidup layak. Tapi saya berharap jika "terpaksa" saudara menjadi seorang buruh, mudah-mudahan saudara mendapatkan majikan yang "punya hati".
Tetapi satu hal yang saya harapkan; jadilah majikan untuk dirimu sendiri atau jika jadi buruh; jadilah buruh atas dirimu sendiri. Intinya jadilah orang-orang yang free untuk menentukan hidupmu sendiri.